PERDANA, WAGUB KEPRI PIMPIN APEL SENIN PAGI DAN DENDANGKAN LAGU “TITIP RINDU UNTUK AYAH”

03 April 2018, 14:37 WIB 145 kali dibaca
Kategori : Info Kepegawaian

Apel Senin Pagi (2/4) yang dilaksanakan di Halaman Kantor Gubernur dan diikuti pegawai Pemprov Kepri dipimpin langsung Wakil Gubernur Kepri, Isdianto.

Isdianto memulai apel pagi perdananya dengan mengajak semua pegawai membacakan surat Al-Fatihah yang ditujukan langsung untuk mantan Gubernur Kepri, (alm) Muhammad Sani. Berulangkali, Wagub mengingatkan betapa besar peran Ayah (sebutan bagi alm) baik untuk dirinya, maupun untuk Provinsi Kepulauan Riau.

“Ayah adalah sosok panutan,” ucapnya. “Tanpa ‘Ayah’, saya bukan apa-apa” ujarnya lagi.

Isdianto dilantik sebagai Wagub Kepri pada tanggal 27 Maret 2018 oleh Presiden RI, Joko Widodo di Istana Negara. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaaan Pajak dan Retribusi Daerah sebelum akhirnya mengajukan pengunduran diri saat mencalonkan diri sebagai cawagub.

Dalam arahannya, Isdianto meminta untuk berpikir ke depan. Ia menekankan agar tidak usah lagi mengingat kemelut dan pro kontra yang terjadi di belakang saat ia melakukan pencalonan.

“Pro dan kontra kan pasti ada. Biarlah, tak usah diingat lagi. Yang penting, saya sekarang ada untuk mendampingi Gubernur. Tugas Gubernur kan banyak. Ada pendamping artinya ada perpanjangan tangan untuk bisa melaksanakan kerja yang lebih banyak lagi” jelas Isdianto.

Ia pun meminta agar kehadirannya kembali di Pemprov Kepri dapat diterima. “Terimalah kami apa adanya. Terimalah kami di tengah pegawai semua. Kami siap untuk mengabdi dan siap menjalankan perintah sesuai tugas dan arahan,” pungkasnya.

Sebagai penutup, ia pun mendendangkan lagu ‘Titip Rindu untuk Ayah’. Lagu yang menurutnya sangat berkesan karena mengingatkannya pada sosok alm. Ayah Sani yang selama ini diteladaninya.

“Mari kita nyanyi bersama untuk mengingatkan kita pada sosok ‘Ayah” ujarnya.

…Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa

Benturan dan hempasan terpahat di keningmu

Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras

Namun kau tetap tabah …hmm… (red/NS)    

 

Editor: Reza