Untuk meningkatkan kualitas Asesor Sumber Daya Manusia Aparatur, BKD dan KORPRI Provinsi Kepulauan Riau menggelar Workshop Pembuatan Simulasi metode Assessment Center. Workshop yang digelar selama empat hari dari 4-7 Maret 2025 ini, menghadirkan narasumber Asesor dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kegiatan ini diikuti oleh Kepala UPTD Penilaian Kompetensi Pegawai, Seksi Pengembangan Instrumen dan Tim Asesor guna memperdalam pemahaman tentang pengembangan simulasi dengan metode assessment center yang lebih objektif dan berbasis kompetensi.
Kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 4 hingga 7 Maret ini dibuka secara resmi oleh Kepala BKD dan KORPRI, Yeny Trisia Isabella, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pengembangan alat ukur atau simulasi dalam assessment center untuk menilai kompetensi pegawai secara menyeluruh.
“Assessment center adalah metode penilaian berbasis kompetensi yang sudah terbukti efektif dalam mengukur potensi dan kinerja pegawai. Melalui workshop ini, peserta akan mendapatkan wawasan mendalam tentang pembuatan simulasi yang lebih akurat, sesuai standar kompetensi,” ujar Yeny.
Dalam workshop ini, peserta diberikan berbagai materi terkait konsep, desain, dan pelaksanaan simulasi assessment center. Beberapa topik utama yang dibahas meliputi:
Selama workshop, peserta juga mendapatkan sesi praktek langsung dalam menyusun simulasi asesmen, yang kemudian dievaluasi oleh asesor dari BKN untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar kompetensi jabatan
Salah satu narasumber, Virginia Ditya Ayu Eka Putri, menekankan bahwa simulasi assessment center harus dirancang secara cermat agar dapat memberikan hasil penilaian yang akurat dan adil. “Dengan adanya simulasi yang dirancang dengan baik, kita dapat mengidentifikasi kompetensi yang benar-benar dibutuhkan oleh suatu jabatan serta membantu organisasi dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas para Asesor dalam menyusun dan menerapkan simulasi assessment center di lingkungan kerja masing-masing. Selain itu, hasil dari workshop ini juga dapat digunakan sebagai referensi dalam pengembangan sistem seleksi dan promosi berbasis kompetensi di instansi pemerintahan maupun sektor lainnya.
Workshop ditutup dengan sesi evaluasi dan diskusi bersama, di mana peserta berbagi pengalaman yang dapat diterapkan di tempat kerja mereka. Dengan suksesnya pelaksanaan workshop ini, diharapkan akan lahir lebih banyak asesor yang kompeten dalam mengembangkan simulasi assessment center yang transparan, objektif, dan sesuai standar.