Untuk mewujudkan World Class Goverment melalui SMART ASN tahun 2024, diperlukan berbagai persiapan dari berbagai aspek. Salah satunya tercermin pada Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018.
Salah satu aspek yang dimaksud adalah integritas, dimana seleksi CPNS diharuskan memakai sistem Computer Assisted Test (CAT). Sistem yang menitikberatkan pada kemampuan peserta tes ini akan menentukan lolos atau tidaknya yang bersangkutan sebagai CPNS tanpa ada bantuan dari pihak manapun.
Hal tersebut diungkapkan Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB, Setiawan Wangsaatmaja saat membuka Rapat Koordinasi Penerapan Manajemen ASN Berbasis Sistem Merit pada Instansi Daerah, di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (08/11).
Menurutnya, SMART ASN adalah karakter yang harus dimiliki agar tercipta Birokrasi Berkelas Dunia. Seleksi CPNS tahun ini dinilainya menjadi langkah awal untuk mewujudkan hal tersebut.
“Selain integritas, SMART ASN juga harus memiliki nasionalisme, yang dalam seleksi CPNS ini diwujudkan dengan tiga jenis tes yang ada pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), khususnya pada Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). TWK tahun 2018 berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, bukan dengan hafalan namun memahami esensi sebuah kejadian atau peristiwa,” ujarnya di lansir dari web menpan.go.id.
Karakter SMART ASN yang harus ada berikutnya adalah mesti memiliki wawasan global. Hal ini wajib diperhatikan karena tidak dapat dipungkiri saat ini dunia telah memasuki revolusi industri 4.0 yang ditunjukkan dengan penggunaan teknologi informasi. Jika aparatur negara tidak memiliki wawasan global maka tidak dapat mengantisipasi isu yang berkembang di dunia.
Selain itu, kemampuan menggunakan IT dan berbahasa asing menjadi salah satu point penting juga dalam merealisasikan SMART ASN. Setiawan juga mengatakan bahwa ASN perlu memiliki jiwa hospitality atau jiwa melayani, dimana sebagai aparatur negara dituntut harus mau melayani masyarakat dan menjadikan pelayanan sebagai tugas utama.
“Dan yang terakhir, ASN harus memiliki networking atau jaringan yang luas. Tahun 2024 ASN harus berkelas dunia,” tandasnya.
Acara yang dihadiri Pejabat Kepegawaian dan Biro Organisasi dari seluruh Pemda di Indonesia itu, memberi wawasan lebih tentang penyelenggaran Manajemen ASN berbasis sistem merit. Kepala BKPSDM Provinsi Kepulauan Riau, Drs. Firdaus, M.Si berkesempatan menghadiri acara tersebut dan mendapatkan berbagai informasi seputar penerapan manajemen ASN berbasis sistem merit, yang juga akan diterapkan di Provinsi Kepulauan Riau secara bertahap.