Pengembangan karier Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi salah satu fokus utama Bidang Pengembangan Aparatur BKD dan KORPRI. Salah satu bentuk pengembangan tersebut adalah fasilitasi Uji Kompetensi (Ujikom) bagi PNS yang ingin berpindah jabatan atau naik jenjang dalam jabatan fungsional.
Seiring dengan perubahan regulasi, kini penilaian angka kredit pejabat fungsional tidak lagi berbasis butir kegiatan yang dinilai oleh Tim Penilai. Berdasarkan PERMENPAN RB Nomor 1 Tahun 2023 dan PERKA BKN Nomor 3 Tahun 2023, angka kredit ditentukan melalui konversi Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Pejabat fungsional dengan SKP bernilai sangat baik akan mendapatkan angka kredit sebesar 150% dari koefisien tahunan sesuai jenjang jabatannya. Sementara itu, bagi yang memperoleh nilai baik akan mendapat angka kredit 100%, cukup atau butuh perbaikan sebesar 75%, kurang sebesar 50%, dan sangat kurang hanya 25%.
Selain itu, peningkatan pendidikan juga dapat diklaim untuk angka kredit, yaitu sebesar 25% dari angka kenaikan pangkat dalam satu kali penilaian. Hal ini sesuai dengan SE Kepala BKN Nomor 15 Tahun 2024 tentang Penjelasan Teknis Layanan Pencantuman Gelar dan Peningkatan Pendidikan Pegawai Negeri Sipil yang mengatur teknis pencantuman gelar dan peningkatan pendidikan bagi PNS. Namun, penilaian pendidikan hanya dapat dilakukan setelah mendapat Penetapan Pencantuman Gelar dari BKN.
Dalam mendukung proses ini, awal tahun 2025, Desy Surniwaty dan Meriawati selaku ASDMA Ahli Muda dari Bidang Pengembangan Aparatur menerima konsultasi dari berbagai pejabat fungsional terkait penyusunan PAK konversi, uji kompetensi, serta tantangan pengembangan karier lainnya.
Bagi pejabat fungsional yang memerlukan layanan konsultasi, sesi coaching tersedia pada:
- Senin - Kamis: 13.30 WIB - 16.00 WIB
- Jumat: 14.00 WIB - 15.30 WIB
Lokasi layanan ini berada di Lantai 3 BKD dan KORPRI, Tanjungpinang. Diharapkan dengan adanya layanan ini, pejabat fungsional dapat lebih memahami mekanisme pengembangan karier dan memanfaatkan peluang peningkatan kompetensi demi profesionalisme yang lebih baik. (red/WNR)